Rabu Jan 28, 2026
9 Syaban 1447 (9 -8-1447)
*WednesDAY’s SCRATCH of NCS* - Sampai kan walau hanya satu ayat ~ cetusan kulliyah Ust Dr Fairuz @ surau amin. Jangan MARAH
لا تغضب ; - Bahagian 1
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.
Salam pagi Rabu hidup demi akhirat buat mak ayah, ahli ahli saya, adik beradik, jua makcik pakcik, iparduai dan sedara mara, para sahabat sahabiah muslimin muslimat walau di mana jua. Selamat pagi yang Indah dan ceria di pagi Rabu. Mohon kekuatan untuk melangkah dengan hati ikhlas dan sabar. Moga dimakbulkan setiap doa kita dan digandakan rezeki oleh Nya. Selawat dan juga salam junjungan besar Nabi saw semoga men dapat syafaat di akhirat nanti.
"Ya allah Ya tuhan, kurnia kan kesejahteraan ke atas Nabi Muhammad, keluarga dan para sahabatnya…”
Untuk pagi ini, disertakan bersama satu nota di tulis dan di gali ketika dan selepas mendengar kupasan ustaz Dr Fairuz di surau al Amin..
#Ustaz fairuz
Jangan marah. Jangan MARAH لا تغضب ; kerana marah itu sifat berbahaya.
Diriwayatkan daripada Abi Hurairah ra, bahawa seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW: “Berilah wasiat kepada ku.” Nabi SAW bersabda:
لَا تَغْضَبْ : “Jangan marah.” Baginda mengulanginya beberapa kali dan bersabda: “Jangan marah.” (Bukhari 6116)
Jauhi Sifat Pemarah hadis ini bicara tentang larangan bersifat pemarah yang boleh menyebabkan hilangnya kebijaksanaan akal dan me rugikan tindakan. Marah punca segala keburukan.
Akhlak mulia, mudah zahir kan sikap minta maaf dan memaafkan; teramat rindu kan Syurga, dengan memasti kan jalan yang dipilih tujui itu bertepatan; Lembut jiwa, dan kental peribadi akan meraih redha Illahi; Bebabskan diri dari sifat marah, pasti akan kumpul KEBAIKAN!
إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌ
Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu
“apakah Rasulullah Saw pernah marah?”. Bila melihat petunjuk Ali Imran: ayat 134, disebutkan diantara tanda orang yang bertaqwa adalah mereka yg pandai menahan amarah. Rasul menegaskan, “amarah itu datangnya dari setan” (Abu Daud, no. 4784). Disisi lain, dari Abu Darda’ ra, ia berkata, “Wahai Rasulullah tunjukanlah padaku amalan yg dapat memasukkan kami ke dalam surga.” Rasulullah bersabda, “jangan lah marah, maka surga untukmu”Tabrani
RASULULLAH saw marah kerana ada beberapa hal. Tapi dapat dipastikan, semua nya bermuara kepada satu sebab; sesuatu berhubungan dengan kepentingan agama, bukan kepentingan pribadi.
Nabi saw perlu marah untuk memberikan penekanan bahwa hal tertentu tak boleh dilakukan umatnya. Sebagai guru seluruh manusia dan pemberi petunjuk ke jalan yang lurus, Nabi perlu marah agar mereka menjauhi segala perbuatan yang tidak elok.
Tidak hanya saat perintah Allah dilanggar, Nabi juga marah bila umatnya tidak segera melakukan kebaikan atau menangguhkan sesuatu yang seharusnya diutama kan. Sebagaimana diriwayat Imam Ahmad, dari Jarir bin Abdullah yang mengisahkan, “Rasulullah berkhutbah men dorong kami bersedekah. Namun orang orang lambat sekali dalam melaksanakan dorongan itu, hingga terlihat raut kemarahan di wajah Nabi.”
Bila marah pada seseorang, Nabi tidak menegurnya di depan umum; tidak ingin menjatuhkan harga diri orang yang bersalah itu.
Bagaimana dengan kita?
Intinya, Nabi Muhammad saw tahu mengendali kan emosi, kemudian bila mau melakukan sesuatu yang dia tahu mampu melaksanakan nya. Itulah idealnya: tahu, mampu, mau. Sedangkan sebagian kita, sudah tahu bagaimana nak meredam kemarahan dan pasti tahu efek negatif marah; emosi yang tak terkendali. Kita pun sebenarnya mampu mengen dalikannya. Namun, kadang kita pilih tak mau melakukan nya. Itu ertinya, kita tahu dan mampu, tetapi tidak mahu. Dengan kalam lain, kita baru menggunakan perasaan dan pemahaman, belum optimal kan hati menentukan sikap. Padahal manusia belum dianggap berakal, sampai dapat menerjemahkan hasil pemikirannya pada perilaku dan sikap. (Al Anfal ayat 72 dan Al Qashash: 50).*
Bersambung esok …
#Akhirukalam
Ya Allah, jangan lah Engkau biarkan kami ini bergantung selain padaMu walau sesaat.
Semoga Allah merahmati sahabat dunia dan akhirat. Amin ya Allah
Barakallahufikum buat semua..
Teruskanlah BERSAMA ISLAM
Wallahu ‘alam
Wassalam
#*Copyright © Ncs68 AL CHERASI: 28 JAN 2026, 9 SYAABAN 1447*
#Ramadhan 21 hari lagi

Comments
Post a Comment